Sabtu, 24 April 2021

Kesaksian Hidup Gembala dan domba yang baik menarik hati orang sehingga tidak ke lain hati

 *P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Orang Tua yang memiliki kasih tanpa syarat kepada anak-anak pasti selalu Mengalirkan kasihnya kepada Anak Anak sekalipun anak-anak terkadang melakukan hal - hal yang paling bertolak belakang dengan harapan dan cita-cita orang tua. Bahkan ketika anak-anak melakukan sebuah tindakan paling memalukan di hadapan publik dan di mata ayah dan Ibu yang memiliki kasih tanpa syarat, tetap membuka pintu rumah hati menyambut dan setia mendampingi anaknya ke arah yang lebih Baik, walau harus melewati jalan Salib penderitaan karena butuh ketekunan, kesabaran dan kesetiaan. Orang tua yang memiliki kasih tanpa syarat kepada anaknya selalu menyerahkan semua kemampuan dan bahkan hidupnya sendiri kepada masa depan anak-anaknya tanpa disandera oleh masa lalu yang suram dari anaknya.

Petrus memiliki masa lalu yang menyangkal Yesus di depan publik pada saat-saat sulit yang harus dihadapi Yesus. Petrus melihat Yesus Historis sebagai orang hebat dan Sukses dalam kata dan melakukan mukjizat pada saat abnormal yang sedang dihadapi orang yang dilayani. Sehingga saat Yesus harus mengalami hukuman, penderitaan di Salib, Petrus menyangkal Yesus berulang-ulang. 

Tetapi Kristus yang telah Bangkitlah yang mengubah Petrus dulu yang menyangkal -Nya menjadi Petrus baru yang berani menerima dan percaya utuh kepada Kristus dengan sukacita mewartakan-Nya kepada dunia mulai dari Bait Allah Yerusalem dan di depan Sanhedrin (Mahkamah Agama Yahudi) seperti di dalam bacaan pertama hari ini. Kasih Allah pada Petrus tidak memperhitungkan masa lalu Petrus yang menyangkal -Nya.

Petrus melakukan mukjizat penyembuhan orang lumpuh mulai di Bait Allah Yerusalem dalam Nama Yesus Kristus yang telah Bangkit, yang dulunya dibunuh oleh Mahkamah Agama Yahudi bekerja sama dengan kaki tangan penjajah Romawi di Israel. Petrus berani dan sukacita mewartakan Kristus yang bangkit dengan kata dan mukjizat. Hal ini terjadi karena Roh Kristus yang memberanikan Petrus untuk mencintai Kristus secara utuh tanpa syarat walau dulu pernah menyangkal Yesus di depan Mahkamah Agama Yahudi pada saat menjelang Yesus disalibkan oleh tangan-tangan Mahkamah Agama Yahudi.

Pewartaan Petrus dalam kata dan mukjizat ini semakin hari semakin menambah jumlah pengikut Kristus yang percaya kepadaNya dan mewartakan Kristus yang telah Bangkit kepada dunia. Mereka mewartakan Kristus sebagai gembala sejati bagi domba-domba gembalaan-Nya baik domba sekandang maupun domba lain di kandang lain agar dituntun menjadi satu kawanan dengan satu gembala. Petrus menyembuhkan orang lumpuh dalam Nama Yesus gembala sejati dapat menarik ribuan orang menjadi percaya kepada-Nya dan dituntun dalam kandang gembalaan-Nya yang menyelamatkan bukan menyesatkan. Petrus menuntun domba- domba di kandang lain menuju kandang domba gembalaan-Nya. Petrus menyebarkan kasih Allah kepada Semua bangsa lintas batas asal, Suku, ras dan golongan. Warta Petrus sangat sesuai dengan Sabda Yesus, "Akulah gembala yang baik, sabda Tuhan. Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku. Bukan hanya domba dari kandang-Ku saja tetapi juga dari kandang lain dituntun agar menjadi satu kawanan dengan satu gembala!" Yesus menjadi gembala sejati bagi semua orang untuk menuntun semua orang tanpa membeda-bedakan, ke dalam keselamatan dan kehidupan sejati.

Hari ini hari Minggu Panggilan. Kesaksian hidup para gembala dan domba yang percaya kepada Kristus, baik dalam kata maupun dan contoh dan teladan hidup sehari-hari di depan publik, dapat membangkitkan semangat dan keberanian kaum Muda untuk menjadi frater, bruder, suster dan imam/pastor. Masa depan Gereja Katolik ada dalam Gembala dan domba yang baik dan itu ada dalam regenerasi yang berkelanjutan. Kesaksian hidup orang Katolik tentu saja menarik hati banyak orang lintas budaya. Gembala dan domba yang baik menuntun semua orang menuju kepada jalan keselamatan bukan kepada jalan yang menyesatkan.  

Kita merayakan hari Minggu panggilan kita masing-masing baik sebagai panggilan umum sebagai awam maupun  panggilan khusus sebagai Paus, uskup, imam, frater, bruder, dan suster pada hari ini. Semoga kita menjadi gembala yang berbauh domba kata Paus Fransiskus dan domba yang berbauh gembala. Artinya kita slaing mengenal, saling memberdayakan, bukan saling memperdayakan. Kita mau berkorban untuk kebaikan bersama bukan yang lain dikorbankan untuk kepentingan diri sendiri.  Kita saling memngkritisi bukan kritik yang destruktif.***


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Minggu Paskah IV


Minggu, 25 April 2021


Bacaan Pertama

Kis 4:8-12


"Hanya Yesuslah sumber keselamatan."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Tatkala dihadapkan kepada Mahkamah Agama Yahudi

karena telah menyembuhkan seorang lumpuh,

Petrus yang penuh dengan Roh Kudus berkata,

"Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua,

jika kami sekarang harus diperiksa

karena suatu kebajikan kepada seorang sakit,

dan harus menerangkan

dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan,

maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel,

bahwa semua itu kami lakukan dalam nama Yesus Kristus,

orang Nazaret, yang telah kamu salibkan,

tetapi dibangkitkan Allah dari antara orang mati.

Karena Yesus itulah

orang ini sekarang berdiri dengan sehat di depan kamu.


Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan,

yaitu kamu sendiri,

namun ia telah menjadi batu penjuru.

Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga

selain di dalam Dia.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 118:1.8-9.21-23.26.28cd.29,R:22


Refren: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan

telah menjadi batu penjuru.


*Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik!

Kekal abadi kasih setia-Nya.

Lebih baik berlindung pada Tuhan

daripada percaya kepada insan!

Lebih baik berlindung pada Tuhan

daripada percaya kepada para bangsawan!


*Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku

dan telah menjadi keselamatanku.

Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan

telah menjadi batu penjuru.

Hal itu terjadi dari pihak Tuhan,

suatu perbuatan ajaib di mata kita.


*Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan!

Kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan.

Allahkulah Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu,

Allahku, aku hendak meninggikan Engkau.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik!

Kekal abadi kasih setia-Nya!


Bacaan Kedua

1Yoh 3:1-2


"Kita melihat Yesus dalam keadaan-Nya yang sebenarnya."


Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes:


Saudara-saudaraku terkasih,

lihatlah,

betapa besar kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita,

sehingga kita disebut anak-anak Allah,

dan memang kita adalah anak-anak Allah.

Karena itu dunia tidak mengenal kita,

sebab dunia tidak mengenal Allah.

Saudara-saudaraku yang kekasih,

sekarang kita adalah anak-anak Allah,

tetapi belum nyata bagaimana keadaan kita kelak.

Akan tetapi kita tahu bahwa

apabila Kristus menyatakan diri-Nya,

kita akan menjadi sama seperti Dia,

sebab kita akan melihat Dia

dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.


Demikianlah sabda Tuhan.


Bait Pengantar Injil

Yoh 10:14


Akulah gembala yang baik, sabda Tuhan.

Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku.


Bacaan Injil

Yoh 10:11-18


"Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Pada suatu hari

Yesus berkata kepada orang-orang Farisi,

"Akulah gembala yang baik.

Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

sedangkan seorang upahan yang bukan gembala,

dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri,

ketika melihat serigala datang,

meninggalkan domba-domba itu lalu lari,

sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.

Ia lari karena ia seorang upahan,

dan tidak memperhatikan domba-domba itu.


Akulah gembala yang baik.

Aku mengenal domba-domba-Ku,

dan domba-domba-Ku mengenal Aku

sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa,

dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.


Ada lagi pada-Ku domba-domba lain,

yang bukan dari kandang ini;

domba-domba itu harus Kutuntun juga;

mereka akan mendengarkan suara-Ku,

dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala!


Bapa mengasihi Aku,

oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku

untuk menerimanya kembali.

Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku,

melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri.

Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali.

Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."


Demikianlah sabda Tuhan.

Tokoh Penyesat vs Tokoh Penyelamat

 *P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Ada banyak cara menemukan solusi dari akar persoalan penganiayaan dan pembunuhan sesama Anak manusia di dalam hidup bersama. Salah satu solusi akar persoalan penganiayaan dan pembunuhan adalah cari dan temukan otak utama yang menjadi tokoh penganiayaan dan pembunuh dengan segala sistem jaringan kerjanya lalu bekukan tokoh dan jaringannya agar tidak ada cela untuk para pembunuh membunuh dan penganiaya menganiaya. Cara inilah yang ditemukan dalam bacaan pertama hari ini. 


Saulus adalah otak penganiaya dan pembunuh para pengikut Kristus yang bangkit. Setalah Saulus dibekukan dengan cara Tuhan yang membuat dirinya tidak berdaya, jatuh di tengah jalan ke Damsyik, dibutakan, disembuhkan oleh Tuhan melalui tangan Ananias dan dibaptis oleh Ananias dengan nama Paulus, makan Paulus kini menjadi pengikut Kristus setia dan menjadi pewarta Injil kepada segala bangsa. Pertobatan Saulus menjadi manusia baru dengan nama Paulus, situasi kembali Aman dan tenang bagi para murid mewartakan Kristus yang bangkit kepada dunia sekitar mulai dari Yerusalem. Umat Kristen yang percaya kepada Kristus dari hari ke hari semakin bertambah. 

Sabda Yesus terhadap Saulus Keras dan Yesus sendiri mengubahny menjadi Paulus. Mukjizat Saulus bertobat menjadi Paulus sesungguhnya atas inisiatif Allah. Mukjizat terjadi pada saat yang abnormal yang dilakukan Saulus terhadap para murid yang percaya dan mengikuti Yesus yang telah Bangkit. Kalau Tuhan mau maka yang tidak mungkin bagi manusia pasti mungkin bagi Allah dan hal ini adalah cara Allah menyatakan kuasaNya agar kita manusia percaya dan taat setia kepadaNya. 

Injil hari ini membuka mata para murid Yesus mendengar Sabda Yesus adalah keras untuk memperoleh kehidupan kekal di dalam Surga. Masuk Surga bukan tanpa aturan tetapi setiap orang yang masuk ke dalam Surga mengalami kehidupan kekal semestinya percaya kepadaNya. Yesus adalah Jalan kebenaran dan kehidupan (You 14:6). Tiada jalan lain bagi kita untuk masuk Surga. Ini adalah kepastian iman Katolik. Hidup Kita ini diisi dengan perbuatan baik seturut kehendak Yesus yang memandu dan mengantar kita ke dalam Surga pusat kehidupan yang kekal. 

Kita melihat tokoh sentral yang menyelamatkan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Sebaliknya kita juga melihat tokoh utama yang menyesatkan di dalam diri Saulus. Mukjizat Pertobatan Saulus penganiaya dan pembunuh menjadi Paulus yang menyelamatkan adalah sebuah rahmat Allah bagi Paulus dan masa lalu Saulus tidak diperhirungkan Tuhan dan Tuhan menjadikan Pertobatan Paulus untuk Mengalirkan rahmat keselamatan bagi dunia sepanjang zaman. Kita pun punya masa lalu kelam tentunya seperti Saulus tetapi Tuhan akan membuat kita menjadi alatNya untuk menjadi penyelamat sesama.  Mari membuka diri untuk dibaraui Tuhan dan membaharui diri untuk selalu setia menyebarkan Rahmat Tuhan kepada Semua tanpa syarat.  Sebab barang siapa memberi secara Cuma - Cuma pasti menerima secara Cuma - Cuma Pula.***_

****""""""""++++++"""'''******"

 



 "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi?

Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal."


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah III


Sabtu, 24 April 2021


PF S. Fidelis dari Sigmaringen, Imam dan Martir


Bacaan Pertama

Kis 9:31-42


"Jemaat dibangun, dan jumlahnya makin bertambah besar,

oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Selama beberapa waktu setelah Saulus bertobat,

jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria

berada dalam keadaan damai.

Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan.

Jumlahnya makin bertambah besar

oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.


Pada waktu itu Petrus berjalan keliling,

mengadakan kunjungan ke mana-mana.

Dalam perjalanan itu

ia singgah juga kepada orang-orang kudus yang di Lida.

Di situ didapatinya seorang bernama Eneas,

yang telah delapan tahun terbaring di tempat tidur karena lumpuh.

Kata Petrus kepadanya,

"Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau;

bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!"

Seketika itu juga bangunlah orang itu.

Semua penduduk Lida dan Saron melihat dia,

lalu mereka berbalik kepada Tuhan.


Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita,

dalam bahasa Yunani: Dorkas.

Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.

Tetapi pada waktu itu ia sakit lalu meninggal.

Dan setelah dimandikan, mayatnya dibaringkan di ruang atas.

Adapun Lida dekat dengan Yope.

Maka ketika murid-murid mendengar, bahwa Petrus ada di Lida,

mereka menyuruh dua orang kepadanya dengan permintaan,

"Segeralah datang ke tempat kami."


Maka berkemaslah Petrus

dan berangkat bersama-sama dengan mereka.

Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas,

dan semua janda datang berdiri di dekatnya.

Sambil menangis,

mereka menunjukkan kepada Petrus semua baju dan pakaian,

yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup.

Tetapi Petrus menyuruh mereka keluar,

lalu ia berlutut dan berdoa.

Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata,

"Tabita, bangkitlah!"

Lalu Tabita membuka matanya,

dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk.

Petrus memegang tangannya dan membantu ia berdiri.

Kemudian ia memanggil orang-orang kudus beserta janda-janda,

lalu menunjukkan kepada mereka, bahwa perempuan itu hidup.

Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope,

dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.

Sesudah peristiwa itu Petrus tinggal beberapa hari di Yope,

di rumah seorang yang bernama Simon, seorang penyamak kulit.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 116:12-13.14-15.16-17,R:12


Refren: Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan

segala kebajikan-Nya kepadaku?


*Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan

segala kebajikan-Nya kepadaku?

Aku akan mengangkat piala keselamatan,

dan akan menyerukan nama Tuhan.


*Aku akan membayar nazarku kepada Tuhan

di depan seluruh umat-Nya.

Sungguh berhargalah di mata Tuhan

kematian semua orang yang dikasihi-Nya.


*Ya Tuhan, aku hamba-Mu!

Aku hamba-Mu, anak dari sahaya-Mu!

Engkau telah melepaskan belengguku:

Aku akan mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu,

dan akan menyerukan nama Tuhan.


Bait Pengantar Injil

Yoh 6:63b.68b


Perkataan-perkataan-Mu adalah roh dan hidup.

Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.


Bacaan Injil

Yoh 6:60-69


"Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi?

Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Setelah Yesus menyelesaikan ajaran-Nya tentang roti hidup,

banyak dari murid-murid-Nya berkata,

"Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"


Yesus dalam hati-Nya tahu,

bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu,

maka berkatalah Ia kepada mereka,

"Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?

Lalu bagaimanakah,

jikalau kamu melihat

Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?

Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna!

Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu

adalah roh dan hidup.

Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya."


Sebab Yesus tahu dari semula,

siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia.

Lalu Ia berkata, "Sebab itu telah Kukatakan kepadamu:

Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku,

kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya."


Mulai dari waktu itu banyak murid Yesus mengundurkan diri

dan tidak lagi mengikut Dia.

Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya,

"Apakah kamu tidak mau pergi juga?"


Jawab Simon Petrus kepada-Nya,

"Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi?

Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.

Kami telah percaya dan tahu,

bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah."


Demikianlah sabda Tuhan.

Kamis, 22 April 2021

Mukjizat terjadi dalam situasi Abnormal

   *P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Mukjizat terjadi pada situasi istimewa. Mukjizat diadakan pada saat situasi paling sulit yang dialami manusia. Mukjizat terjadi pada situasi yang abnormal.

Misalnya dalam bacaan Injil dikatakan bahwa Mukjizat Manna dari Surga turun kepada bangsa Israel yang lapar di pasang gurun selama 40 Tahun dalam perziarahan menuju Tanah Terjanji. Setelah Bangsa Israel tiba di Tanah Terjanji yang subur yang menghasilkan makanan berlimpah, mukzijat Manna dari Surga berkakhir karena manusia sudah hidup dalam situasi normal. Manna adalah makanan yang turun dari Surga melalui pemimpin bangsa Israel yaitu Musa berkomunikasi dengan Tuhan tentang situasi tersulit tentang kelaparan bangsa Israel di Pasang Gurun dan satu-satunya Jawaban Tuhan adalah Mukzijat turunnya Manna yaitu makanan dari Allah Bapa di Surga. Manna yang sesungguhnya adalah Yesus adalah Roti Hidup seperti di dalam bacaan Injil hari ini. Roti Hidup itu adalah makanan rohani bagi kita yang percaya keladaNya. Setiap hari dalam Ekaristi kita dengar: " Setiap orang makan daging dan darah Kristus Yesus akan memperoleh hidup kekal." Dalam Ekaristi Kudus kita mersyakan Sabda Allah dan Perjamuan Tuhan. Kata-kata Yesus disempurnakan dalam perbuatan-Nya yang menyelamatkan yaitu dalam Ekaristi. 

Mukjizat Saulus penganiaya pengikut Kristus  diubah seratus delapan puluh derajat (180) menjadi Paulus pewarta setia Kristus yang bangkit kepada segala bangsa dan raja-raja serta kepada bangsa Israel. Mukjizat ini terjadi dalam satu situasi yang paling sulit. Pembenci Kristus menjadi Pencinta Kristus. Ananias diutus Yesus Kristus menyembuhkan Saulus yang nuts di jalan ke Damsyik saat berjalan menganiaya Pengikut Kristus dan Ananias membaptis Saulus pembenci Kristus dan menjadi Paulus Pencinta Kristus dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Roh Kristus telah memenuhi seluruh dirinya dan membimbingnya menjadi pewarta Kristus kepada segala bangsa. 


Mukjizat ada dalam situasi sulit bukan normal. Tuhan datang adakan Mukzijat pada saat dan tempat yang tepat.***





Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah III


Jumat, 23 April 2021


PF S. Georgius, Martir


Bacaan Pertama

Kis 9:1-20


"Orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku,

untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Ketika pecah penganiayaan terhadap jemaat,

hati Saulus berkobar-kobar

untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan.

Ia menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa daripadanya

untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik,

supaya jika ia menemukan laki-laki atau perempuan

yang mengikuti Jalan Tuhan,

ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.


Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu,

tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.

Ia rebah ke tanah,

dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya,

"Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?"


Jawab Saulus, "Siapakah Engkau, Tuhan?"

Kata-Nya, "Akulah Yesus yang kau aniaya itu!

Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota.

Di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat."

Maka termangu-mangulah temannya seperjalanan,

karena mereka memang mendengar suara itu,

tetapi tidak melihat seorang juga pun.

Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya,

tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa.

Teman-temannya harus menuntun dia masuk ke Damsyik.

Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat

dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum.


Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias.

Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan, "Ananias!"

Jawabnya, "Ini aku, Tuhan!"

Firman Tuhan, "Pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus,

dan carilah di rumah Yudas

seorang dari Tarsus yang bernama Saulus.

Ia sekarang berdoa,

dan dalam suatu penglihatan ia melihat,

bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam

dan menumpangkan tangannya ke atasnya,

supaya ia dapat melihat lagi."


Jawab Ananias,

"Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu,

betapa banyak kejahatan yang dilakukannya

terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem.

Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala

untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu."


Tetapi firman Tuhan kepadanya,

"Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku

untuk memberitakan nama-Ku

kepada bangsa-bangsa lain, kepada raja-raja dan orang-orang Israel.

Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya,

betapa banyak penderitaan

yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku."


Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu.

Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya,

"Saulus, saudaraku,

Tuhan Yesus yang telah menampakkan diri kepadamu

di jalan yang engkau lalui,

telah menyuruh aku kepadamu,

supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus."

Dan seketika itu juga

seolah-olah selaput gugur dari matanya,

sehingga ia dapat melihat lagi.

Saulus bangun lalu dibaptis.

Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya.


Saulus tinggal beberapa hari

bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik.

Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat,

dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.


Demikanlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 117:1.2,R:Mrk 16:15


Refren: Pergilah ke seluruh dunia, dan beritakanlah Injil.


*Pujilah Tuhan, hai segala bangsa,

megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!


*Sebab kasih-Nya hebat atas kita,

dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.


Bait Pengantar Injil

Yoh 6:56


Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku,

ia tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia, sabda Tuhan.


Bacaan Injil

Yoh 6:52-59


"Daging-Ku adalah benar-benar makanan,

dan darah-Ku adalah benar-benar minuman."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Di rumah ibadat di Kapernaum

orang-orang Yahudi bertengkar antar mereka sendiri dan berkata,

"Bagaimana Yesus ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan."


Maka kata Yesus kepada mereka,

"Aku berkata kepadamu,

sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia

dan minum darah-Nya,

kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.

Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku,

ia mempunyai hidup yang kekal,

dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.


Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan,

dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.

Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku,

ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.


Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku

dan Aku hidup oleh Bapa,

demikian juga barangsiapa yang memakan Aku,

akan hidup oleh Aku.

Akulah roti yang telah turun dari surga,

bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu

dan mereka telah mati.

Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."


Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum

ketika Ia mengajar di rumah ibadat.


Demikianlah sabda Tuhan.

Rabu, 21 April 2021

Syarat Masuk Surga

 *P.Benediktus Bere Mali, SVD*



 Setiap kali kita memasuki suatu negara baru harus taat aturan negara baru itu. Setiap kali kita masuk sebuah lingkungan baru yang memiliki aturan kita harus hidup sesuai aturan lingkungan yang baru. Kalau syarat-syarat legal negara dan lingkungan itu diikuti secara sadar, tahu, dan mau maka kita layak dan pantas menikmati suasana baru, udara baru, di tempat yang baru itu. Sebaliknya kalau kita melangggar syarat-syarat legal negara atau tempat baru itu, maka ada alasan kita dideportase dari negara itu. 

Orang Etiopia dalam bacaan pertama sedang mencari dan menemukan jalan menuju kehidupan kekal atau Surga. Filipus mengarahkannya  menuju Surga. Syarat pertama adalah adanya usaha pribadi Orang Etiopia itu yaitu membaca Sabda Allah dalam Perjanjian Lama khusus Kitab Nabi Yesaya. 

Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut:

Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya. Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya; siapakah yang akan menceriterakan asal usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi. Maka kata sida-sida itu kepada Filipus, "Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?"

Maka mulailah Filipus berbicara, dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya.

Setelah Orang Etiopia itu mengerti, ia percaya kepada Yesus yang berkarya, menderita, wafat di Salib, dimakamkan, dan bangkit dari alam maut pada hari ketiga, lalu dengan penuh kesadaran menerima Filipus membaptisnya dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.  orang Etiopia itu mengerti Sabda Allah, Menerima Pembaptisan dan tentunya disempurnakan dengan percaya kepada Yesus adalah Roti Hidup  yang turun dari Surga seperti tertulis di dalam bacaan Injil hari ini. Setiap orang yang  percaya dan penuh iman makan Roti Hidup dari Surga akan memperoleh hidup untuk selama-lamanya. Roti Hidup diterima dalam Sakramen Ekaristi Kudus setiap hari. 

Kita mempunyai harapan Agung bahwa tujuan hidup Kita adalah Surga. Memasuki Surga untuk memperoleh hidup untuk selama-lamanya melalui Mengerti Sabda Allah dengan otak, aksi dibaptis dalam Nama Bapa, Putera dan Roh Kudus, dan makan Roti Hidup dari Surga dalam Ekaristi Kudus.***


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah III


Kamis, 22 April 2021


Bacaan Pertama

Kis 8:26-40


"Jika Tuan percaya dengan segenap hati, Tuan boleh dibaptis."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Waktu Filipus di Samaria,

berkatalah seorang malaikat Tuhan kepadanya,

"Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan,

menyusur jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza."

Jalan itu jalan yang sunyi.

Lalu berangkatlah Filipus.


Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida,

pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia,

yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah.

Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang,

ia duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya.

Lalu kata Roh kepada Filipus,

"Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!"

Filipus segera mendekat,

dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya.

Kata Filipus, "Mengertikah Tuan apa yang Tuan baca itu?"


Jawabnya,

"Bagaimanakah aku dapat mengerti,

kalau tidak ada yang membimbing aku?"

Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya.

Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut:

Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian;

dan seperti anak domba

yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya,

demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya.

Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya;

siapakah yang akan menceriterakan asal usul-Nya?

Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi.


Maka kata sida-sida itu kepada Filipus,

"Aku bertanya kepadamu,

tentang siapakah nabi berkata demikian?

Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?"

Maka mulailah Filipus berbicara,

dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya.


Mereka melanjutkan perjalanan,

dan tiba di suatu tempat yang ada air.

Lalu kata sida-sida itu,

"Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?"

Sahut Filipus, "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh."

Jawabnya,

"Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah."

Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta,

dan keduanya turun ke dalam air,

baik Filipus maupun sida-sida itu,

dan Filipus membaptis dia.


Dan setelah mereka keluar dari air,

Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus,

dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi.

Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.

Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod.

Ia menjelajah daerah itu

dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 66:8-9.16-17.20,R:1


Refren: Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi!


*Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa,

dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya!

Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup

dan tidak membiarkan kaki kami goyah.


*Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takwa kepada Allah,

aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadapku.

Kepada-Nya aku telah berseru dengan mulutku,

kini dengan lidahku aku menyanyikan pujian.


*Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku,

dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya daripadaku.


Bait Pengantar Injil

Yoh 6:51


Akulah roti hidup yang telah turun dari surga, sabda Tuhan.

Barangsiapa makan dari roti ini,

ia akan hidup selama-lamanya.


Bacaan Injil

Yoh 6:44-51


"Akulah roti hidup yang telah turun dari surga."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Di rumah ibadat di Kapernaum

Yesus berkata kepada orang banyak,

"Tidak seorang pun dapat datang kepada-Ku,

jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku;

dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.

Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi:

Dan mereka semua akan diajar oleh Allah.


Dan setiap orang,

yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa,

datang kepada-Ku.

Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa!

Hanya Dia yang datang dari Allah,

Dialah yang telah melihat Bapa!

Aku berkata kepadamu:

Sesungguhnya barangsiapa percaya,

ia mempunyai hidup yang kekal.


Akulah roti hidup.

Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun

dan mereka telah mati.

Inilah roti yang turun dari surga:

Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.


Akulah roti hidup yang telah turun dari surga.

Jikalau seorang makan dari roti ini,

ia akan hidup selama-lamanya.

Dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku,

yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."


Demikianlah sabda Tuhan.

Akulah Roti Hidup

  *P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Kita hidup sehat dari makanan dan minuman yang kita konsumsi. Demikian juga makanan dan minuman Rohani kita yaitu Tubuh dan Darah Kristus yang kita sambut di dalam Perayaan Ekaristi. Yesus bersabda, "Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi." Makanan Rohani ini memberikan hidup bukan saja hidup di dunia ini saja tetapi juga hidup kekal di dalam Surga. Yesus adalah jalan kebenaran dan kehidupan kekal (Yoh. 14:6). Ekaristi adalah jantung hidup Rohani orang Katolik. Partisipasi aktif di dalam Ekaristi dapat menyehatkan jantung Rohani iman kita orang Katolik yang percaya kepada-Nya. Kita menjadi manusia yang seperti Yesus yang mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan dan sesama di dalam tugas dan pelayanan setiap hari. ***



Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah III


Rabu, 21 April 2021


PF S. Anselmus, Uskup dan Pujangga Gereja


Bacaan Pertama

Kis 8:1b-8


"Mereka menjelajah seluruh negeri sambil memberitakan Injil."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Setelah Stefanus dibunuh,

mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem.

Mereka semua, kecuali rasul-rasul,

tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria.


Orang-orang saleh menguburkan mayat Stefanus

serta meratapinya dengan sangat.


Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu.

Ia memasuki rumah demi rumah

dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar,

lalu menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara.

Mereka yang tersebar menjelajah seluruh negeri

sambil memberitakan Injil.


Filipus pergi ke suatu kota di Samaria

dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ.

Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus

dan melihat tanda-tanda yang diadakannya,

mereka semua dengan bulat hati

menerima apa yang diberitakannya itu.

Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat

keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras,

dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang

yang disembuhkan.

Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 66:1-3a.4-5.6-7a,R:1


Refren: Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi!


*Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi,

mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya,

muliakanlah Dia dengan puji-pujian!

Katakanlah kepada Allah,

"Betapa dahsyat segala pekerjaan-Mu!


*Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu,

dan bermazmur bagi-Mu,

seluruh bumi memazmurkan nama-Mu.

Pergilah dan lihatlah karya-karya Allah;

Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia.


*Ia mengubah laut menjadi tanah kering,

dan orang berjalan kaki menyeberangi sungai.

Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia,

yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya.


Bait Pengantar Injil

Yoh 6:40


Setiap orang yang percaya kepada Anak,

beroleh hidup yang kekal,

dan Aku membangkitkannya pada akhir zaman, sabda Tuhan.


Bacaan Injil

Yoh 6:35-40


"Inilah kehendak Bapa-Ku,

yaitu supaya setiap orang yang melihat Anak beroleh hidup yang kekal."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Di rumah ibadat di Kapernaum

Yesus berkata kepada orang banyak,

"Akulah roti hidup!

Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi,

dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

Tetapi Aku telah berkata kepadamu:

Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya.

Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku,

dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.

Sebab Aku telah turun dari surga

bukan untuk melakukan kehendak-Ku,

tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.


Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku,

yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku

jangan ada yang hilang,

tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.

Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang,

yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya

beroleh hidup yang kekal,

dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."


Demikianlah sabda Tuhan.

Senin, 19 April 2021

Mengapa Makanan Gratis dari Allah :Manna itu tidak diturunkan lagi saat ini?

  *P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Yesus adalah Roti hidup. Nenek moyang Bangsa Israel makan manna dari Surga yang diberikan Bapa di Surga dengan perantaraan Musa yang memimpin dan berkomunikasi dengan Allah di Surga. 

Manna diberikan kepada nenek moyang Bangsa Israel yang lapar dan terutama pada saat mereka belum memasuki Tanah Terjanji yang subur yang dapat menghasilkan makanan bagi mereka.

 Setelah mereka tiba di Tanah Terjanji yang subur, manna tidak diberikan lagi karena mereka dapat memetik hasil dari Tanah Terjanji yang subur itu untuk makanan mereka. 


Manna itu secara fisik tidak ada lagi pada saat ini tetapi secara rohani manna yang turun dari Bapa di Surga, yang memberi hidup itu telah menjadi nyata dalam diri Yesus adalah Roti hidup. Yesus bersabda   "Akulah roti hidup! Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi." 

Stefanus dalam bacaan pertama mewartakan kebenaran yang hadir nyata di dalam Yesus sebagai Roti hidup di depan Mahkamah Agama Yahudi. Yesus itu telah disiapkan Kehadiran-Nya di dunia ini oleh para Nabi dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Tetapi nenek moyang Mahkamah Yahudi membunuh para Nabi itu.  

Yesus itu datang dan berkarya, lalu mereka mnyalibkan dan membunuh-Nya. Setefanus secara keras mengatakan bahwa Mahkamah Agama Yahudi keras kepala. 

Maka tertusuklah hati mereka setelah mendengar Stefanus dan  melihat Stefanus menatap langit terbuka dan melihat Yesus duduk di samping Kanan Bapa di dalam Surga. Maka Orang-Orang Yahudi menyeret Stefanus keluar. Mereka meletakan jubah di depan seorang Anak Muda bernama Saulus, dan Saulus juga setujuh Stefanus mati dibunuh. 

Mengalami penganiayaan yang tidak berkemanusiaan itu Stefanus dengan tenang berdoa " Ya Tuhan Yesus terimalah Roh-ku."  

Lalu dengan hati yang damai Stefanus berseru, "Tuhan janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!"  Lalu meninggallah Stefanus. 


Kita percaya kepada Yesus dalam sukacita dan mewartakan Yesus dengan berani seperti Stefanus. Upah Setefanus yang menjadi martir sangat besar yaitu masuk dalam Surga tinggal dalam kebahagiaan Surga abadi. 

Demikian juga Kita yang datang kepada Yesus Historis dan Kristus yang bangkit sebagai Roti Hidup di dalam Perayaan Ekaristi Kudus pasti tidak akan lapar lagi dan percaya kepada-Nya tidak akan haus lagi.  Yesus adalah satu satunya jalan kebenaran dan kehidupan menuju sukacita abadi di dalam Surga. Orang beriman kepada Yesus memiliki karakter  mendoakan orang yang membenci dan menganiayah serta mengampuni musuh dalam sukacita dan terus mewartakan Injil kepada Semua orang dengan hati yang penuh sukacita. Teladan Stefanus meneguhkan iman kita dewasa ini.***


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah III


Selasa, 20 April 2021


Bacaan Pertama

Kis 7:51-8:1a


"Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Di hadapan sidang Mahkamah Agama Yahudi

Stefanus berkata kepada Imam Besar, para penatua dan ahli Taurat,

"Hai orang-orang yang keras kepala,

yang tidak bersunat hati dan telinga,

kamu selalu menentang Roh Kudus;

sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu.

Siapakah dari nabi-nabi

yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu?

Bahkan mereka membunuh orang-orang

yang telah menubuatkan kedatangan Orang Benar,

yang sekarang telah kamu khianati dan kamu bunuh.

Kita telah menerima hukum Taurat

yang disampaikan oleh malaikat-malaikat,

tetapi kamu tidak menurutinya!"


Mendengar semuanya itu,

para anggota Mahkamah Agama sangat tertusuk hatinya.

Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi.


Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus,

menatap ke langit;

ia melihat kemuliaan Allah,

dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.

Maka katanya, "Sungguh, aku melihat langit terbuka,

dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah."


Maka berteriak-teriaklah mereka,

dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia.

Mereka menyeret dia ke luar kota,

lalu melemparinya dengan batu.

Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka

di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus.

Sementara dilempari batu, Stefanus berdoa,

"Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku."

Sambil berlutut Stefanus berseru dengan suara nyaring,

"Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!"

Dan dengan perkataan itu meninggallah Stefanus.

Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 31:3cd-4.6ab.7b.8a.17.21ab,R:6a


Refren: Ke dalam tangan-Mu, Tuhan, kuserahkan nyawaku.


*Jadilah bagiku gunung batu tempat berlindung,

dan kubu pertahanan untuk menyelamatkan daku!

Sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku;

oleh karena nama-Mu

Engkau akan menuntun dan membimbing aku.


*Ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku;

Sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia.

Tetapi aku percaya kepada Tuhan,

aku akan bersorak-sorai dan bersukacita karena kasih setia-Mu.


*Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-hamba-Mu,

selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!

Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu

terhadap persekongkolan orang-orang.


Bait Pengantar Injil

Yoh 6:35


Akulah roti hidup, sabda Tuhan;

barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi.


Bacaan Injil

Yoh 6:30-35


"Bukan Musa yang memberi kamu roti dari Surga,

melainkan Bapa-Kulah yang memberi kamu roti yang benar dari Surga."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Di rumah ibadat di Kapernaum

orang banyak berkata kepada Yesus,

"Tanda apakah yang Engkau perbuat,

supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu?

Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?

Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun,

seperti ada tertulis:

Mereka diberi-Nya makan roti dari Surga."


Maka kata Yesus kepada mereka,

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberi kamu roti dari Surga,

melainkan Bapa-Kulah yang memberikan kamu

roti yang benar dari Surga.

Karena roti yang dari Allah ialah

roti yang turun dari Surga dan yang memberi hidup kepada dunia."


Maka kata mereka kepada-Nya,

"Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa."


Kata Yesus kepada mereka,

"Akulah roti hidup!

Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi,

dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi."


Demikanlah sabda Tuhan.

Minggu, 18 April 2021

Ini Solusi bukan emosi

 *P. Benediktus Bere Mali, SVD*

Seorang Anak, sebutlah namanya Solusi sedang mengalami persoalan dalam hidupnya karena pandemi covid-19 yang menyulitkan Solusi untuk penelitian lapangan untuk tugas akhir sekaligus sebagai tahap akhir untuk meraih gelar akademis. Waktu studinya ada batasnya apalagi studi di luar Negeri. Solusi menyampaikan kepada orang tuanya berbagai kemungkinan atau alternatif yang ada untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dialami karena adanya pandemi covid-19 yang tidak menentu kapan akan berakhir.  Ada berbagai kemungkinan yaitu kembali ke negara asalnya untuk melanjutkan studi di negara asalnya dengan memenuhi aneka persyaratan yang telah dipenuhi baik di Universitas di Luar Negeri maupun universitas di dalam Negeri. Solusi telah melalui komunikasi yang intensif dengan universitasnya di luar negeri maupun universitas dalam negeri untuk perlengkapan urusan perpindahan dari luar negeri ke dalam negerinya sendiri. 

Solusi  sebetulnya mengurus perpindahan ini atas persetujuan orang tuanya. Solusi setelah mengurus semua dokumen itu lalu menulis Surat resmi kepada orang tuanya. Kemudian Solusi mengikuti test kesehatan covid-19 dengan hasil negatif lalu terbang ke tanah air bertemu dengan orang tuanya. 

Tepat Solusi tiba di rumah kelahirannya, orang tua menerima solusi secara dingin dan tidak ada kehangatan di dalam rumah. Setelah Solusi melewati Isolasi mandiri 14 hari, maka Solusi  minta waktu istimewa berbicara tentang Surat untuk melanjutkan studi di negara asalnya. Pembicaraan itu sudah berulang-kali tetapi Solusi yang menyelesaikan persoalannya itu dengan kepala dingin, tetapi sepertinya ditanggapi dengan emosi oleh orang tuanya. Lalu Solusi dengan tenang dalam suara lembut mengungkapkan kesejukan hati damainya kepada orang tuanya, papa dan mama, ini solusi bukan emosi. Orang tua pun meresponsnya lalu berkata, Anakku Solusi, papa dan mama mendukung untuk melanjutkan studimu Solusi.


Stefanus hadir dalam bimbingan Roh Kudus  menjadi solusi atas berbagai persoalan dan salah satunya persoalan tentang Kristus Yang Bangkit. Dalam Roh Kristus, Stefanus melaksanakan mukjizat dan banyak orang yang percaya kepada Kristus. Stefanus melakukan hal yang baik dan benar dalam Nama Kristus yang bangkit dan banyak orang yang percaya kepada Kebangkitan Kristus dalam sukacita dan mewartakan KebangkitanNya kepada sesama. Kristus adalah penyempurna Agama Yahudi. YAHWEH yang disembah dan dimuliakan di dalam Bait Allah Yerusalem telah dinyatakan secara nyata di dalam diri Kebangkitan Kristus. Penyempurnaan Identitas Agama Yahudi ini diterima oleh mereka yang menerima pewartaan Stefanus yang dilengkapi dengan mukjizat-mukjizat yang dilakukan Stefanus dalam bimbingan Roh Kudus. 


Tetapi mereka yang masih dalam Identitas  Bangsa Yahudi Perjanjian Lama, melihat Stefanus sebagai orang yang berkepala batu, penghujat Allah, melawan dan merusak Identitas atau Tradisi Yahudi. Dengan kata lain, Setefanus memberi solusi tetapi sebagian Orang Yahudi  menanggapinya dengan emosi.  Stefanus dan pengikutnya memberi solusi tetapi mereka yang menolaknya masih berbasis emosi. 


Kita yang percaya kepada Kristus yang bangkit memberi solusi kepada semua mereka yang menolak Kristus yang bangkit dengan emosi yang meluap-luap tidak terkontrol. Kita mau seperti Stefanus hadir memberi solusi atas persoalan bukan menciptakan emosi menanggapi tawaran solusi atas aneka soal yang ada.***

_------++++++++++++++-------++++-----++++---

 Sumber Bacaan Renungan misa harian

Senin, 19 April 2021

Bacaan Pertama

Kis 6:8-15


"Mereka tidak sanggup melawan hikmat Stefanus

dan Roh yang mendorong dia berbicara."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa,

mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda

di antara orang banyak.


Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi

yang disebut jemaat orang Libertini.

 -- anggota-anggota jemaat ini

adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria --

Mereka datang

bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia.

Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus,

tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya

dan Roh yang mendorong dia berbicara.


Lalu mereka menghasut beberapa orang untuk mengatakan,

"Kami telah mendengar

dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Allah."

Dengan jalan demikian mereka mengadakan suatu gerakan

di antara orang banyak serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat;

maka mereka menyergap Stefanus,

lalu menyerahkan dan membawanya ke hadapan Mahkamah Agama.


Lalu mereka memajukan saksi-saksi palsu yang berkata,

"Orang ini terus-menerus mengucapkan perkataan

yang menghina tempat kudus ini dan hukum Taurat.

Sebab kami telah mendengar dia mengatakan,

bahwa Yesus, orang Nazaret itu, akan merubuhkan tempat ini

dan mengubah adat istiadat

yang diwariskan oleh Musa kepada kita."

Semua orang yang duduk dalam sidang Mahkamah Agama itu

menatap Stefanus,

lalu mereka melihat muka Stefanus

sama seperti muka seorang malaikat.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 119:23-24.26-27.29-30,R:1b


Refren: Berbahagialah orang-orang yang hidup menurut Taurat Tuhan.


*Sekalipun para pemuka duduk bersepakat melawan aku,

hamba-Mu ini merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.

Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku,

dan kehendak-Mu menjadi penasihat bagiku.


*Jalan hidupku telah kuceritakan dan Engkau menjawab aku;

ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu,

supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.


*Jauhkanlah jalan dusta dari padaku,

dan karuniakanlah hukum-Mu kepadaku.

Aku telah memilih jalan kebenaran,

dan menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku.


Bait Pengantar Injil

Mat 4:4ab


Manusia hidup bukan dari roti saja,

tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.


Bacaan Injil

Yoh 6:22-29


"Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa,

melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Setelah Yesus mempergandakan roti,

keesokan harinya orang banyak,

yang masih tinggal di seberang danau Tiberias,

melihat bahwa di situ tidak ada perahu

selain yang dipakai murid-murid Yesus.

Mereka melihat juga bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu

bersama-sama dengan murid-murid-Nya,

dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat.

Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias

ke dekat tempat mereka makan roti,

sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.


Ketika orang banyak melihat

bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak,

mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum

untuk mencari Yesus.

Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu,

mereka berkata kepada-Nya,

"Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?"

Yesus menjawab, "Aku berkata kepadamu,

sesungguhnya kamu mencari Aku,

bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda,

melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.

Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa,

melainkan untuk makanan

yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal,

yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu;

sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."


Lalu kata mereka kepada-Nya,

"Apakah yang harus kami perbuat,

supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?"

Jawab Yesus kepada mereka,

"Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah,

yaitu hendaklah kamu percaya

kepada Dia yang telah diutus Allah."


Demikianlah sabda Tuhan.